Archive for the ‘Curcol’


Bersahabat dengan Kacamata

Bagi saya, kacamata adalah sebuah organ tubuh. Sudah seperti kelopak mata. Bayangkan, kacamata adalah barang terakhir yang saya lepas sebelum tidur dan barang pertama yang saya pakai begitu bangun. Dan sudah tak terhitung berapa kali saya lupa melepas kacamata waktu tidur. Waktu mandi, kacamata juga barang terakhir yang saya tanggalkan dan barang pertama yang saya pakai setelah handuk.
(more…)

Indonesia: Negeri Paling Seksi

Kemarin, saya melihat miniatur Indonesia paling seksi yang pernah saya lihat.
Bukan di Taman Mini Indonesia Indah. Bukan pula di iklan rokok yang tayang di tivi. Bukan di lembar brosur pariwisata. Tetapi di sebuah mesin bajaj.
Begini ceritanya.

(more…)

30 Tahun Mencari Kado

Hari ini, saya genap berusia 30 tahun. Lumayan tua. Dan Jelas, semakin dewasa.

Homeless: Korban Bernama Statistik

“Satu korban adalah bencana.
Namun, ribuan korban hanyalah statistik.”
(lupa siapa yang ngomong…)

Hari ini, tiba-tiba saya merasa hilang. Tanpa jiwa. Tiba-tiba saya adalah sebuah angka yang disebutkan media. Bukan nama, bukan pula identitas lain. Hanya satu angka disandingkan dengan ribuan puluhan ribu pengungsi lainnya. Akibat ulah binal banjir yang menggeliat di Daerah Khusus Ibukota: Jakarta.

(more…)

Nocturno: Aku Gelisah! Aku Lelah.

pada kelelawar ia mengadu
pada lampu-lampu jalan sandarkan angan
pada nada-nada lontarkan marah
pada alam raya ia berterus terang:
aku gelisah.
jiwa gelisah bagai halilintar.

(Gelisah, Kantata Takwa)

Tiba-tiba, dalam minggu setelah lebaran, aku harus berhadapan dengan banyak hal yang menggelisahkan.

Di saat aku harus menahan gejolak rindu yang menggebu pada anak-anak dan istriku (maaf, saya sudah menikah!), aku harus bertemu dengan banyak orang-orang aneh. Parahnya, orang-orang aneh yang kutemui, semuanya memiliki wacana yang bagus dan sangat menantang. Banyak di antara orang-orang yang aku temui ini, sudah mewujudkan wacananya dalam bentuk aksi konkrit yang luar biasa.

(more…)

Mimpi Saya, Mimpi Anda dan Mimpi Kita

IMDB.Com
My Rinda, istri saya satu-satunya (sekali lagi maaf, saya sudah menikah!), mengayunkan estafet Lima Mimpi. Estafet ini mengharuskan saya menulis Lima Mimpi. Itu saja. Mimpi-mimpi saya, barangkali terlalu pasaran, jamak dan lumrah. Bisa jadi, mimpi-mimpi saya adalah mimpi-mimpi Anda. Jadi, bisa jadi juga, mimpi-mimpi saya dalah mimpi kita semua.
Semua mimpi saya, sudah ada di benak sejak lama. Ayunan estafet Lima Mimpi dari My Rinda, istri saya satu-satunya (maaf, sekali lagi maaf, saya sudah menikah!), membangunkan saya untuk mewujudkan mimpi, setidaknya dalam bentuk tulisan dulu. Semua mimpi dalam Lima Mimpi ini memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Realisasi? Belakangan. Mimpi, ide, konsep, wacana dan niat nomer satu. Kerja keras nomer berikutnya dan penentunya adalah Sang Maha Pemberi Keberuntungan.
Berikut Lima Mimpi saya, yang mungkin juga, adalah mimpi kita semua…
(more…)

Rekonstruksi Nabi Adam

Hari ini, saya merasakan seperti yang dirasakan Nabi Adam. Setidaknya, itulah bayangan saya. Jangan marah ya? Jangan haramkan darah saya. Saya hanya mencoba menuangkan isi hati. OK? Jika OK, mari kita teruskan cerita ini. Saya lengkapi foto biar menarik.
(more…)