Archive for the ‘Bumi’


Perbaiki Gentengnya, Jangan Beli Ember Baru…

Surat Terbuka untuk Kita Semua

Awalnya, saya mau menulis Surat terbuka untuk Bapak Menteri, tapi saya
pikir ulang, ternyata seharusnya untuk kita semua.

Edy Sutrisno, dengan menahan kegeramannya, menyiarkan berita kebodohan
itu: Tol ke Bandara akan Ditinggikan. Edy bilang, Jasamarga berencana
akan meninggikan badan jalan tol dan melebarkan badan jalan tol
selebar 3,5m. Saya tiba-tiba terhenyak. Kebodohan apalagi yang hendak
dilakukan pemerintah?

Sepanjang yang saya tahu, sepanjang kanan dan kiri tol Bandara (Tol
Sedyatmo) adalah sebagian lahan basah yang masih tersisa di Jakarta.
Masih kata Edy, jika jalan tol ditinggikan tidak ada masalah dari segi
ekologis, karena tidak mengurangi lahan basah yang ada, yang akan
bermasalah adalah penambahan lebar jalan tol karena akan otomatis
mengurangi luasan lahan basah (hutan rawa mangrove) yang ada.

Solusi (?) yang diambil Jasa Marga, menunjukkan kebodohannya. Sangat
bodoh. Solusi yang diambil Jasa Marga mirip dengan penanganan genteng
bocor di sebuah rumah. Bukan gentengnya diperbaiki, tetapi malah beli
ember untuk menampung air dari atap…

Saya posting juga di blog saya, http://wandi.web.id

Dan Petisi Menolak Tol Bandara Dilebarkan bisa ditandatangani di:

http://www.petitiononline.com/mangrove/petition.html

Sampah di Konde Nyi Roro Kidul (Part II)

Pulau Rambut adalah sebuah pulau kecil dan tidak berpenduduk yang terletak di Teluk Jakarta. Terletak pada koordinat 106˚31’30” BT, 5˚57’ LS. Hanya berjarak 3 KM dari pantai terdekat yaitu Pantai Tanjung Pasir, Tangerang. Meski berada di kawasan Kepulauan Seribu namun kawasan ini tidak termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kepuluan Seribu.
Belum juga kaki menginjak Pulau Rambut ini, sudah ribuan burung berseliweran di atas kepala kami.

Ntar dolo nulisnya. Ngantuk.

Sampah di Konde Nyi Roro Kidul (Part I)

Siluet - Adolf/FNPernah denger Nyi Roro Kidul? Konon, penguasa laut selatan Jawa ini pernah ke laut utara. Sayangnya, dia ditolak masuk dan dihantam badai. Begitu parahnya badai itu, hingga kapalnya pecah. Dapurnya terlempar ke udara, jatuh ke lautan dan menjelma menjadi Pulau Bokor. Nyi Roro Kidul sendiri terhempas dan kondenya jatuh terberai, hingga menjadi Pulau Jem, Rambut.
Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan ke Pulau Rambut itu. Bersama-sama dengan teman-teman dari Jakarta Green Monster. Kisahnya sangat kaya. Alamnya sangat indah. Dan yang terpenting, sangat mudah diakses dari Jakarta.
(more…)

Banda Aceh: Everyday is Weekend

Tenda

Hari pertama, selayaknya turis domestik, saya diajak teman-teman dari Fauna and Flora International (FFI) Aceh Programme, dan dari AirPutih, berjalan-jalan keliling Banda Aceh. Beberapa rekan menyebutnya sebagai Tsunami Tour. Tidak banyak perubahan yang saya rasakan dibanding beberapa bulan lalu. Perubahan paling mencolok adalah, tahun lalu, tenda-tenda yang ada kian koyak. Banyak tambalan di sana-sini. Tentu saja, sudah setahun lebih tenda itu dipaksa berdiri tegak. Sementara angin, panas dan hujan silih berganti datang. Dan rumah tak kunjung usai dibangun.
(more…)

Bahkan, Angin Pun Tak Membisikkan Kata

menjelang 6 bulan sejak tragedi tsunami. saya berkesempatan ke aceh. bersama beberapa teman dari AirPutih yang sejak hari ke dua bencana sudah ada di sana, kami menyempatkan diri berkeliling ke arah pantai barat. tepatnya di kawasan ulee lhuelue sampai ke Lhok Nga.
begitu masuk kawasan ulee lhuelue sontak hati bergetar. bukan karena sisa-sia kehancurannya belaka, juga bukan bayangan kematian yang begitu dahsyat semata. tetapi karena tiba-tiba sunyi yang begitu menggigit nyali.

sepi.

bahkan, angin pun tak membisikkan barang sepatah kata.

(ini sementara, masih deadline, nanti kita sambung lagi)

Untung Dia Tidak di Sini

————————————–
menurut para ilmuwan, hewan yang memiliki suara paling keras adalah ikan paus biru (Balaenoptera Musculus), yang juga menyandang gelar sebagai hewan terbesar di bumi. suara ikan paus biru lebih keras daripada suara konser rock yang paling keras, dan juga lebih keras dari ledakan bom. suara ikan tersebut adalah 188 desibel. Angka ini sama dengan 1 juta kali suara mesin jet (yang mencapai tingkat kekerasan suara 120-130 desibel). perlu diingat bahwa tingkat kekerasan suara bertambah secara logaritmis. Ini berarti setiap kenaikan 10 desibel berarti peningkatan intensitas suara hingga 10 kali.
ini adalah salah satu alasan bagi kita semua untuk bersyukur bahwa paus biru tersebut tinggalnya di dalam laut.

jadi para koruptor, mending elu pada ke laut aja deh…

biar kita semakin bersyukur.