Archive for the ‘Ga Penting’


Baton, Bariton dan Beton

————————–
Sekaligus dapat dua operan. satu dari Loper Koran dan Pangeran Cinta. isinya sama, soal Baton.

AFAIK, intinya Baton di sini adalah virtual baton saling saling dioper ke orang lain. kayak lari estafet. yang dapat operan baton mengisi hal yang sama dan seterusnya. gara-gara Baton ini pula, rahasia besar Dudi (owh dude!™) sempat terkuak.
(more…)

Mantra dalam Kesunyian Cinta

—————————–
Jaran Goyang
Ajiku si jaran goyang, cemetiku sada lanang loro, tak sabetake segara asat, tak sabetake gunung jugrug, tak sabetake si jabang bayi mati, tan urip yen ora ingsun kang karya jampi.
Ritual: puasa mutih 7 hari 7 malam, bertapa pati geni 1 hari 1malam.

Kun Jali
Allahuma, kunjali, kun jali asih, si………teko welas asih menyang aku, nabib waline iyo teko welas asih menyang aku, asih saka kersaning Allah.
Ritual: Puasa ngebleng 40 hari, ngrowot 21 hari, pati geni 7 hari.

Semar Kuning
Niyat ingsun matek ajiku, aji semar kuning, sung sun wuyung, wuyung semelang, teteswe angin, nagiyo nangis, nangisi si………..marang badan ingsun, teko kendhep lerep, asih saking kersaning Allah.
Ritual: puasa mutih 7 hari, pati geni 3 hari penuh, ngebleng 1 hari 1 malam

(Mantra Pengasihan atau Pelet)
(more…)

Komodo Berbulu Manusia

————————–
Bicara soal selera makan, sulit ada mahkluk yang bisa menandingi komodo.
Karena seekor komodo biasanya mampu menyantap 2,5 kg makanan dalam
semenit, dan baru berhenti makan kalau sudah kenyang.

Kapan kenyangnya?

Sulit diukur, karena sering terjadi komodo makan hingga seberat 90%
berat badannya – hanya dalam sekali makan. Ini sama dengan seorang
dewasa yang makan 400 biji hamburger dalam sekali duduk.

Bayangkan.
Betapa banyak di antara kita yang mati-matian bekerja keras. Menghalalkan segala cara. Menghilangkan nurani. Mematikan akal. Melupakan keluarga. Hanya demi perut.

Berpuluh jam sehari, berhari-hari dalam seminggu, dan tak terhitung lagi berapa tenaga yang keluar. Hanya demi kebutuhan perut.

Padahal, perut manusia memiliki batas. Dan semua yang kita kejar, tidak bisa masuk ke perut.

Jangan-jangan, kita adalah komodo, yang menjelma jadi manusia.

And the Winner is…

——————————–
hidup adalah kompetisi, kata orang.
ada juga yang berani mengklaim bahwa hidup adalah perlombaan belaka.
sebagian mengatakan bahwa hidup hanya panggung sandiwara.
kata yang mengaku bijak, hidup hanya mampir untuk minum saja.

jika memang demikian, siapa yang menajdi pemenang dalam lomba di kehidupan ini?

bagi saya, pemenang sebenarnya dalam kehidupan ini mengacu pada rumus:
orang bodoh kalah dengan orang pinter
orang pinter kalah dengan orang berkuasa
dan, orang berkuasa kalah dengan orang nekad.

jadi, nekad aja getu lohhh…

Untung Dia Tidak di Sini

————————————–
menurut para ilmuwan, hewan yang memiliki suara paling keras adalah ikan paus biru (Balaenoptera Musculus), yang juga menyandang gelar sebagai hewan terbesar di bumi. suara ikan paus biru lebih keras daripada suara konser rock yang paling keras, dan juga lebih keras dari ledakan bom. suara ikan tersebut adalah 188 desibel. Angka ini sama dengan 1 juta kali suara mesin jet (yang mencapai tingkat kekerasan suara 120-130 desibel). perlu diingat bahwa tingkat kekerasan suara bertambah secara logaritmis. Ini berarti setiap kenaikan 10 desibel berarti peningkatan intensitas suara hingga 10 kali.
ini adalah salah satu alasan bagi kita semua untuk bersyukur bahwa paus biru tersebut tinggalnya di dalam laut.

jadi para koruptor, mending elu pada ke laut aja deh…

biar kita semakin bersyukur.