Jumatan Online: Asusila untuk Perubahan
Asusila itu, bagi beberapa orang, dianggap sebagai singkatan: Asal Suka, Silahkan. Dan bagi kebanyakan pejabat, penjaga moral serta infoTAInment, asusila itu adalah ketidaksopanan. Kita ingat beberapa waktu lalu KD dan Raol saling berciuman di depan puluhan kamera. Akibatnya, mereka berdua dihujat kanan kiri atas bawah: mempertontonkan ketidaksopanan.
Eits… Sebelum dilanjutkan khotbah Jumatan Online ini, please: matikan segenap aplikasi multimedia, rapaikan kabel yang berseliweran serta letakkan mouse pad secara rapi. Keutamaan Jumatan Online ini adalah pada laptop/komputer yang rapi.
Lalu kembali ke soal mempertontonkan ketidaksopanan. Lembaga Sensor Film (LSF) juga tak kalah gusar. Dengan gunting kekuasaaan yang dimiliki, LSF membabat habis adegan-adegan yang dianggap merusak moral bangsa: ciuman panas menggelora, pelukan-pelukan penuh hasrat dan fragmen-fragmen sejenis.
Tak mau kalah, Menteri (mis)Komunikasi dan (dis)Informasi mengumumkan: sensor pornografi di Internet akan segera diberlakukan. Segala jenis material pornografi dilarang masuk ke Indonesia melalui kabel, frekeunsi dan segala macam carrier bandwidth.
Sidang jamaah Jumatan Online yang berbahagia…
Kemudian apa yang tersisa dan bisa dipertontonkan ke publik? Apabila ekspresi kasih sayang kemudian disembunyikan. Apakah anak-anak kita hanya bisa menikmati kekerasan di gedung bioskop? Serta menikmati klenik di televisi?
Bayangkan sodara’s sekalian…
Berkasih-kasihan diharamkan. Tapi, melempar batu dan berbuat rusuh justru dipertontonkan. Mencium kekasih sendiri dilaknat. Namun, pamer kekayaan hasil korupsi diberi ruang. Mengekspresikan cinta malah dicaci. Tapi menyerbu orang yang sedang beribadah malah dibiarkan. Bahkan mencintai Tuhannya dengan beribadah menggunakan caranya sendiri, dituduh kafir.
Jika memang kekerasan dan kebencian akan menjadi warisan kita bagi anak cucu, biarkan semua ini berlanjut.
Sebagai penutup, marilah kita memalingkan muka dari layar laptop/komputer. Mari kita menundukkan kepala sejenak, dan berdoa…
Wahai Pemilik Segala Kuasa, maafkan kami tak bisa menerima hadiahmu: cinta kasih.
Kami malah mendepaknya jauh-jauh.
Wahai Pemilik Kuasa di Atas Segalanya, maafkan kami bila menggunakan hak binatang: kekerasan.
Kami menggunakannya sebagai bahasa sehari-hari.
Maafkan kami Tuhan, apabila para pemimpin kami tak sanggup menjadi khalifahMu. Tak sanggup menjadi manusiaMu.
Kami rela, Engkau memanggil mereka kembali ke haribaanMu.
Dan biarkan kami, tanpa mereka, menjadi khalifahMu…
Sampai jumpa Jumat mendatang!






hohohohooo …. amiiiiinnnn …. amiiiiinnn … amiiiiinnnnn …