Jumatan Online: Tidurlah Pemerintahku!
Selamat datang di Forum Jumatan Online para Jamaah Jumatan Online yang semoga dirahmati Tuhan,
Mohon untuk merapikan kabel yang berseliweran, mematikan aplikasi multimedia serta meluruskan perangkat masing-masing. Kesempurnaan Jumatan Online ini ada pada kesunyian yang memudahkan penghayatan kita semua.
Margareth Teacher, pernah berkata bahwa perekonomian itu sesungguhnya berjalan pada malam hari. Sebab saat itu, pemerintahan sedang tidur. Pasar dilepaskan untuk bertarung gaya bebas. Tidak ada peraturan, wasit apalagi hakim. Biarkan pasar menemukan sendiri tata aturannya berdasarkan hukum alamiah pasar itu sendiri.
Dan di Indonesia, gaya ini tidak diterapkan. Bukan karena tyle ini tidak Pancasilais. Bukan. Tetapi karena pemerintahnya selalu ingin ikut campur. Krisis eksistensi. Dan campur tangan pemerintah, tidak pada tempatnya. Pemerintah ikut turun tangan dalam perekonomian, hanya untuk menguntungkan sedikit kelompok saja. Bukan ikut campur tangan untuk melakukan proteksi pada rakyatnya. Kesalahan Lapindo yang sudah jelas menyebabkan rakyat sengsara, berkat campur tangan penguasa, ditebus dengan APBN. Polisi liar yang membabi buta membunuh rakyat, dengan intervensi pemerintah, tidak jelas peradilannya. Koruptor yang mencuri uang kita semua, dengan ijin penguasa, dibebaskan.
Tanpa disebutkan semua, sudah jelas tindak tanduk penguasa memang menjengkelkan.
Krisis eksistensi penguasa lalu semakin menjadi-jadi. Acara kenegaraan diselingi dengan lagu-lagu pribadi sang penguasa. Cindera mata bagi undangan acara resmi kenegaraan berupa catatan-catatan emas keluarganya. Ada teroris yang mengintai kenyamanan hidup kita, pemerintah malah curhat merasa terancam teroris. Bangsa ini kehausan pemimpin yang berkualitas, penguasa mengeluh harus kerja keras siang malam.
Karena itu, alangkah indahnya bila pemerintah tidur saja. Pangan kita peroleh dari kerja keras membanting tulang setiap hari. Kita memperoleh minum dari sumur yang kita gali sendiri. Sandang kita tebus dengan bermandi peluh terlebih dahulu. Jaminan keamanan kita tebus dari para preman yang akan maju tak gentar membela yang bayar. Jaminan kesehatan kita tebus dengan uang yang kita pungut setiap hari. Kita memperoleh pendidikan dari sekolah yang biayanya mencekik laksana rentenir.
Pemerintah bangun hanya karena dua alasan: waktunya menarik pajak dan untuk memastikan image-nya tetap terjaga.
Pemerintahan pun laksana bikini: mengherankan bagaimana masih bisa bertahan di tempatnya, sementara banyak orang yang berharap melorot.
Mari kita tutup Jumatan Online kali ini dengan menyanyi bersama-sama dalam suara yang pelan dan menduhkan…
Nina bobo, oh nina bobo…
Kalo tidak bobo, rakyatnya ngamuk.
Tidurlah sayang pemerintahan yang sok manis…
Kalo tidak bobo, rakyatnya ngamuk.
Kalau masih melek, mari kita bacakan bersama Mantra Aji Begananda, ajian sirep paling ciamik:
Hong ingsun amatak ajiku sirep begananda kang ana indrajit, kumelun nglimuti ing mega malang, bul peteng dhedet alimengan upas racun daribesi, pet pepet kemput bawur wora wari aliweran tekane wimasara, kang katempuh jim setan peri prayangan, gandarwa, jalma manungsa tan wurung ambruk lemes wuta tan bisa krekat, blek sek turu kepati saking kersane Allah.
Kalau juga penguasa masih melek dan hendak memaksakan pajak untuk membiayai gaya hidup mereka, serta masih belum tidur karena menjaga image-nya, tak ada acara lain: lorotkan.
Sampai Jumat depan!






Menggelitik….