Jumatan Online: Haji Kucing
Alkisah, ada seekor kucing dewasa yang sudah berkecukupan. Ia hendak menunaikan ibadah haji karena merasa ada sebuah kewajiban dan tentu untuk menyambut seruan Tuhan. Berangkatlah ia dengan semangat ketertundukan. Singkat kata, setelah menunaikan segala macam rukunnya, pulanglahlah ke tempat tinggal semula.
Seusai menjadi Haji Kucing, ia selalu mengenakan busana serta asesoris layaknya seperti kaum beriman.
Hei Jamaah Jumatan Online!!! Jangan terpesona dengan dongeng!!!
Sebelum dilanjutkan khotbah Jumatan Online ini, please: matikan segenap aplikasi multimedia, rapikan kabel yang berseliweran serta letakkan mouse pad secara rapi. Keutamaan Jumatan Online ini adalah pada laptop/komputer yang rapi.
Oke, kita lanjutkan.
Berhajinya seekor kucing itu terdengar sampai berbagai penjuru. Termasuk pada sarang segerombolan tikus. Pemimpin tikus, sebagai yang dituakan, berinisiatif untuk berekonsiliasi atau islah dengan Haji Kucing. Sang Pemimpin Tikus pun merapatkan ide islah ini kepada rakyatnya.
“Wahai rakyat tikus semuanya,” seru Sang Pemimpin Tikus, “Dengarlah, sang kucing telah berhaji, sudah saatnya kita berdamai dengannya.”
Salah satu rakyat tikus menjawab. “Tuanku, jangan. Kucing tetap kucing, dia tetap akan memburu kita.”
Sang Pemimpin Tikus menjawab, “Apa salahnya kita mencoba menjalin komunikasi, siapa tahu ada peta jalan damai antara warga tikus dan kucing?”
Walaupun rakyat tikus amat gelisah dengan pendapat Sang Pemimpin Tikus, tapi rakyat tikus tak kuasa ide islah tikus dan kucing.
Berangkatlah Sang Pemimpin Tikus dengan hati-berdebar-debar. Dengan satu tekad, menemui Haji Kucing. Sesampainya di sarang Haji Kucing, Sang Pemimpin Tikus tersenyum ramah, menyapa dan menyampaikan niat baik untuk islah. Tapi, Haji Kucing diam saja. Sang Pemimpin Tikus meneruskan itikadnya.
Tetapi, semakin lama bercerita, Sang Pemimpin Tikus mulai gelisah. Sebab, Haji Kucing terus memandangi Sang Pemimpin Tikus dengan tatapan beringas.
Tiba-tiba, Haji Kucing melompat. Ia menerkam Sang Pemimpin Tikus.
Untung, Sang Pemimpin Tikus sudah siaga. Ia menghindar dan berlari kencang menuju ke sarangnya kembali. Dengan napas terengah-engah, Sang Pemimpin Tikus berkata kepada rakyatnya, “Sekali kucing, meskipun sudah berhaji. Tetaplah seekor kucing.”
Para Jamaah Jumatan Online yang dirahmati bandwidth…
Banyak di antara kita yang memiliki keinginan sangat kuat untuk pergi ke tanah suci. Begitu kuatnya hingga menghalalkan segala cara. Mulai korupsi, menyusup hingga yang kebetulan sebagai penguasa memaksa negara mengeluarkan biaya untuk pergi haji. Atau dikenal sebagai Haji Abidin, atas biaya dinas.
Tapi, haji tetaplah haji sampai kelakuan berubah. Bukan hanya soal casing saja yang berkembang. Perubahan atas kelakuan justru menjadi hal yang paling penting dibanding kemasan.
Soeharto seorang haji. Buya Hamka juga. Apakah keduanya sama perangainya? TIDAK. Susilo Bambang Yudhoyono haji. Demikian pula Nurcholis Madjid. Bahkan keduanya juga Doktor. Apakah kapasitas keduanya sama? TIDAK. Ani Yudhoyono sama-sama hajjah-nya dengan Rangkayo Rasuna Said. Apakah kadar perjuangan keduanya sama? TIDAK, sama sekali TIDAK.
Ada yang haji-nya hanya asesoris. Tak lebih dari pencitraan. Ada yang memang nilai hidup dan perjuangannya di atas rata-rata kita. Haji sebagai asesoris tak lebih bodoh dari menggunakan kamera di pembukaan SEA Games dengan cara yang goblok.
Last but not least, marilah sejenak kita menundukkan kepala. Bukan memandang gadget di depan mata. Tetapi meniadakan arogansi. Menempatkan diri sebagai mahluk dan berdoa…
Tuhan, maafkan kami yang lelah dalam menjalani hidup ini. Hingga kami lupa cara bersyukur dan berdoa kepadaMu. Tapi, Kamu kan Maha Kuasa Atas Segala Kuasa…
Karena itu Tuhan, kami ketikkan abcdefghijklmnopqrstuvwxyz saja di Jumat ini. Tolong Tuhan, rangkaikan menjadi doa dan syukur yang terbaik dan layak bagi kami.
Dan satu lagi, jangan sampai kami menjadi Haji Kucing.
Amin.
Sampai Jumat depan!
Insya Allah.
Cerita Kucing Berhaji dinukil dari Yons Ahmad, seperti dilansir dalam milis AirPutih.
Khotbah Jumatan online lainnya bisa disimak di Wandipedia atau Wandi @ facebook
Follow di Twitter Pak Khotib Jumatan Online @suwandiahmad







apik cak … apik .. melu jumatan maneh minggu ngarep yo .. !
Inggih Pak Kyai Digital…
mouse saya ikut merapat… ngihh
Tegakkanlah shalat, bengkokkanlah dana haji..
jadi inget Rukun Islam versi pakaian
1. Syahadat-Sandal
2. Shalat-Celana
3. Zakat- Baju
4. Puasa-Sorban
5. Haji-Kopyah
Kaji gak sembayang koyok wong kuplukan gak kampesan!